Tuesday, April 26, 2011
Long weekend means long trip.Tapi solo trip ke Puncak Pananjakan dalam satu hari rasanya tidak akan pernah ada dalam pikiran saya.Yah begitulah kenyataannya hari minggu lalu dengan sukses saya sampai di Puncak Penanjakan,Pasuruan :).

Di Pananjakan View Point
Beberapa hari ini malas rasanya untuk nulis blog tentang trip hari minggu lalu.Selain ada tanggungan pekerjaan juga sedang sibuk dengan kebiasaan lama yaitu nonton DVD dan main game.Kurang semangat juga untuk kerja dan rasanya ingin liburan terus sepanjang waktu.
Lanjut tentang perjalanan ke Pananjakan kemarin adalah antara tersesat dan nekat rasanya beda tipis.Berawal dari rasa jenuh long weekend di kostan,minggu pagi saya berangkat ke Malang.Pagi itu jam 9 kurang sudah nongkrong di depan Kebun Raya Purwodadi.Setiap ke Malang memang tempat ini selalu jadi tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Malang.Sekedar untuk istirahat atau ngopi.Rencana hari itu ingin ke Nongkojajar.
Dari Kebun Raya Purwodadi sekitar 500m sebelah kiri jalan menuju kota Malang kita akan menemui pertigaan menuju kawasan Nongkojajar.Jarak dari Purwodadi ke Nongkojajar kira-kira 20Km.Jalan menuju kawasan Nongkojajar sangat bagus,selain sepeda motor banyak juga kendaraan pribadi atau truk yang melintasi jalan itu.Pagi itu cuaca mendung,jadi sangat cocok untuk perjalanan santai dengan sepeda motor sambil menikmati suasana pemandangan sekitar.Jalannya berkelok-kelok seperti mengitari bukit.Kita dapat menikmati pemandangan kota Malang dari kawasan ini.Semakin siang cuaca semakin mendung dan kabut pegununganpun mulai turun dan udara dingin pegunungan mulai menerpa sepanjang perjalanan.
Untuk sampai ke kawasan Nongkojajar kurang lebih sekitar 30 menit.Selalu ikuti tanda penunjuk jalan ke Bromo yang bisa kita temui sepanjang perjalanan.Terakhir kita akan menemui pertigaan atau bundaran.Jangan kawatir ikuti tanda penunjuk jalan ke Bromo dengan belok kanan dari pertigaan tersebut.Tak berapa lama kita akan memasuki kawasan Nongkojajar dengan di tandai gerbang Selamat Datang Di Nongkojajar.
Sepanjang perjalanan ini kita akan menemui banyak tempat wisata seperti River Tubbing,Agrowisata Kebun Apel.Sayang sekali saya sendiri tidak sempat berhenti untuk mengambil foto-foto sepanjang kawasan ini.Yang jelas sepanjang perjalanan di kiri dan kanan jalan kita akan banyak menemui Kebun Apel.Kalau kita teruskan menuju pusat kota Nongkojajar dengan mengikuti petunjuk jalan ke Bromo maka kita akan sampai di sebuah pertigaan pasar yang cukup ramai.Dari pertigaan itu kita akan menemui penunjuk arah ke beberapa tempat yang salah satunya adalah ke Gunung Bromo dengan jarak kira-kira 27km.Karena penasaran akhirnya saya putuskan mengambil jalan ke kiri yaitu ke Bromo.
Dari pertigaan itu sepanjang jalan kita akan temui beberapa tempat agrowisata kebun apel dan stroberi.Selain itu sepanjang jalan akan kita temui deretan pohon pinus dan kebun apel.Suasana semakin mendung dan jalan juga semakin menanjak.Banyak truk yang berlalu-lalang membawa muatan buah dan sayur.Semakin menanjak sekitar jalan berubah menjadi kawasan bukit yang dikelilingi perumahan di sepanjang lerengnya.Akhirnya berhenti sebentar sekedar untuk menikmati pemandangan dan mengambil foto.

Pemandangan sekitar jalan Nongkojajar-Bromo
Kalau diperhatikan sepanjang perjalanan dikiri atau kanan jalan banyak saya temui semacam tugu penanda atau mungkin untuk tempat sesaji.Rasanya di kawasan ini mungkin benyak penduduknya menganut agama Hindu seperti di Bromo.Sepanjang perjalanan saya juga banyak menemui penduduk yang memakai sarung khas seperti di Bromo atau di Ngadhas.Memang semakin naik cuaca semakin dingin dan kabut pun mulai turun walaupun saat itu cuaca cukup cerah.

Hawa cukup dingin banyak penduduk sekitar yang memakai sarung
Sebenarnya agak ragu juga untuk melanjutkan perjalanan.Selain jalanan semakin sepi dan banyak lubang disana-sini.Kabut pegunungan pun mulai turun dan dingin dan tanjakan semakin curam dan berkelok-kelok.Hampir satu jam perjalanan dari kota Nongkojajar hanya satu dua orang yang melintasi jalan tersebut dan akhirnya tinggal saya sendiri menyusuri jalan yang berkelok-kelok dan menanjak.Saat itu suasana benar-benar sepi dan kabut semakin tebal.Jarak pandang hanya 5-10m dan rasanya hanya saya sendiri di tempat itu di saat itu.Di atas pegunungan jauh dari mana-mana.Hal yang saya takutkan ketika melakukan perjalanan sendirian saat itu adalah tersesat dan kendaraan mogok entah karena kehabisan bensin atau rantai putus.Karena nyaris sepanjang perjalan hanya pasang gigi 1 karena jalan begitu menanjak.
Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa saat itu.Saya selalu mengisi full bensin ketika melakukan perjalanan jauh.Entah apa jadinya kalau macet di tengah pegunungan yang sepi,dingin dengan kabut yang tebal dan jauh dari mana-mana.Saya mulai lega ketika sampai di satu perkampungan dan jalanpun mulai menurun pertanda mungkin sebentar lagi sampai tujuan.Dari tanda yang saya lihat sepanjang perjalanan menunjukkan Bromo Cottage sekitar 7Km lagi.Walaupun jalan masih sepi dan hanya saya sendiri di jalan tersebut rasanya sudah cukup lega karna sebentar lagi sampai tujuan.Akhirnya saya melewati pertigaan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Dari situ juga kita bisa menuju kota Pasuruan sekitar 40Km.
Saya lanjutkan perjalanan ke arah Bromo.Jalan cukup ramai banyak juga yang touring dengan sepeda motor.Saya lihat beberapa rombongan menuju arah ke TNBTS.Tak berapa lama akhirnya saya sampai di kawasan Wonokitri,Tosari,Pasuruan.Ternyata perkampungan ini sangat ramai.Dan sepertinya ada terminal untuk angkutan umum.Memang salah satu jalan untuk mencapi Bromo lewat Pasuruan adalah melalui desa Wonokitri ini.Saya akhirnya putuskan untuk istirahat makan di warung sekalian melepas lelah setelah perjalanan tanpa henti dari Purwodadi.Tak terasa 2 jam lebih di jalan.

Di Desa Wonokitri,Tosari,Pasuruan bersama teman setia di perjalanan :).Motorku sayang... :D
Setelah selesai makan dan ngopi rasanya sudah cukup istirahat.Waktu menunjukkan pukul 12:30.Untuk menuju puncak Pananjakan dari desa Wonikitri memerlukan waktu kurang lebih 1/2 jam perjalanan.Saya mulai perjalanan lagi dan tak lama kemudian melewati gerbang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Sepanjang perjalan kabut turun lagi dan ditambah gerimis membuat hawa semakin dingin.Jalan yang saya lewati cukup bagus namun dibeberapa tempat banyak pasir sepanjang jalan dan kalau tidak hati-hati motor bisa selip atau terpeleset.Jalan cukup ramai karena banyak rombongan muda-mudi yang naik juga ke Pananjakan sehingga tidak terlalu kesepian dijalan.Tak berapa lama akhirnya sampai di pertigaan dimana kalau kita mengambil arah ke kanan adalah jalan menuju lautan pasir Bromo dan kalau ke kiri akan menuju puncak Pananjakan.
Saya istirahat sebentar disana,karena selain ramau juga banyak warung di sekitarnya.Sayang sekali kabut begitu tebal sehingga nyaris Gunung Bromo tidak kelihatan sama sekali.Gunung Batok hanya terlihat samar-samar di kejauhan.Saya sempat ngobrol dengan tukang ojek disana.Tukang ojek itu bilang kalau hari ini sunrisenya sangat bagus.Dan paginya cuaca cerah dan baru berkabut mulai jam 9 pagi.Selain itu paginya juga banyak rombongan bersepeda yang mungkin sekitar 200an orang yang menuju ke kawasan Pananjakan.Memang menikmati keindahan Gunung Bromo akan terasa lain kalau kita lihat dari Pananjakan.Dari sini kita bisa melihat sunrise lebih jelas dan deretan pegunungan dengan puncak tertingginya adalah Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Pertigaan menuju Puncak Pananjakan

Suasana sekitar persimpangan menuju Puncak Pananjakan

Gunung Batok yang samar-samar terlihat dan kepulan asap Gunung Bromo di kejauhan
Setelah cukup istirahat saya melanjutkan lagi perjalanan menuju Puncak Pananjakan yang kurang lebih berjarak 4Km.Kabut mulai tebal lagi sepanjang perjalanan dan diselingi dengan gerimis.Akhirnya sampai juga di Puncak Pananjakan.Setelah memarkir sepeda,saya menuju Pananjakan View Point dimana biasanya para pengunjung bisa menikmati sunrise.

Gerbang Pananjakan View Point

TNBTS

Tempat pengunjung menikmati sunrise di Pananjakan View Point

Tangga menuju Pananjakan View Point yang penuh kabut tebal
Setelah puas berkeliling dan mengambil foto saya putuskan untuk pulang.Saat itu jam menunjukkan pukul 2 siang.Saya ingin secepatnya pulang karena kawatir kalau akan kemalaman di jalan.Pulangnya tetap melalui desa Wonokitri dan kembali lagi melewati jalan semula dimana pertigaan ke arah kota Pasuruan yang saya lewati sebelumnya.Jarak ke kota Pasuruan sekitar 40Km lagi dan ke Surabaya 60Km sehingga total 100Km lebih sampai ke Surabaya.Perjalan pulang cukup lancar karena jalan begitu sepi sehingga saya bisa memacu motor dengan kecepatan tinggi.
Saya sangat lega begitu sampai di kota Pasuruan setelah melewati jalanan pegunungan yang berkelok-kelok dan sepi.Dalam perjalanan ke kota Pasuruan sempat kehujuanan juga namun setelah dari kota Pasuruan suasana kembali cerah dan hari menjelang sore.Rasanya sudah tak sabar untuk sampai di kost dan istirahat.Alhamdulillah menjelang petang sekitar setengah 6 sore sampai di Surabaya dengan selamat.Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan.Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang melindungi perjalanan saya sehingga dari berangkat sampai pulang dengan selamat tanpa kejadian apa-apa.
Ya Allah berilah hambamu ini kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri keindahan ciptaan-MU dimanapun itu berada.
Kemana lagi perjalanan berikutnya ? Who Knows ?!. Enjoy your life. Say no more. Just Do It :).Labels: Petualangan