IR Photography with IR 720nm Filter

What I was done before by removing IR blocking filter on my Canon Powershot A720 IS all worth it.My digital camera become highly sensitify IR camera. But in return my camera only good for IR photography. Normal usage without filter almost unusable since the image mostly will be red. But overall I'm satisfy with what i have done by remove IR blocking filter out of my digital camera.

Results by removing IR blocking filter are fast shutter speed,high sensitifity even on cloudy day,autofocus and macro still working normally.

Here is example from my previous field test with Green.L IR720 infrared filter.

post processing: channel swap and level on photoshop



I also tried combination between IR filter and CPL filter. Also test my camera with Hoya IR72 Filter on these images below.


post processing: channel swap and level plus CPL filter added in fron of IR filter



post processing: channel swap,level and color efex pro with Hoya IR72



The result is amazing :). Today I receive Hoya Red 25A filter I was ordered e few days ago from internet used for Goldie IR. I'll post my field test on this filter later.

Labels:

[ Read More ]

Remove IR Cut-off Filter on Canon PowerShot A720 IS

I'm very curious about infrared photography. So finally i decide to perform surgery on my Canon Powershot A720 IS.Sorry i don't have other camera to do ducumentation on my surgery. The goal is to remove IR blocking filter or people use to call it hot mirror. IR blocking or IR cut-off filter used to reflect or block infrared wavelength thats travel with visible light. Infrared is invisible light because we can't see the light since it's beyond human eyes capability. Typically human eyes only respond to electromagnetic spectrum between 390nm - 750nm.We call this wavelength range with visible light or light. In infrared photography commonly use range 700nm - 900nm of electomagnetic spectrum. Other wavelength commonly use for IR photography are 590nm,600nm,680nm,760nm and many other.Different wavelength produce image effect.

IR cut-off Filter (Hot Mirror) removed from my digital camera



As far as i know only two method to do infrared photography. Use infrared filter and remove IR cut-off filter inside camera and replace with infrared filter or clear filter.Clear filter mean clear glass filter or we often call it Full Spectrum IR. Every digital camera have different infrared sensitifity.

By remove IR cut-off filter inside camera clearly enhance capability to infrared spectrum. In my previous experiment with infrared photography i use infrared filter. I use cheap Green.L IR720 infrared filter about $20. The result is not that bad but I'm not satisfied. You need long shutter speed and you must use tripod or you'll get blurry or out of focus images.

Camera test in dark room with TV remote as IR source



In my camera surgery on my Canon Powershot A720 IS i manage to remove IR Cut-off filter inside camera. Remove means remove physically out of camera without clear filter replacement. So my camera became Full Spectrum IR. The advantage using this method is we can use different IR filter in front of camera lens. But in normal usage result images is redish without IR cut-off filter inplace. So i'ts almost unusable for regular photography. But i intend to buy DSLR camera later :) for my regular photography.

Trevor has successfully doing camera surgery on his Canon PowerShot A720 IS. That's encourage me to do same thing with my PowerShot. The images result is amazing as posted in his Infrared Photography album.

I'm going to do field test on my camera after IR cut-off filter removed. Ok i'll post my result later.

Labels:

[ Read More ]

Trip to Pananjakan

Long weekend means long trip.Tapi solo trip ke Puncak Pananjakan dalam satu hari rasanya tidak akan pernah ada dalam pikiran saya.Yah begitulah kenyataannya hari minggu lalu dengan sukses saya sampai di Puncak Penanjakan,Pasuruan :).

Di Pananjakan View Point



Beberapa hari ini malas rasanya untuk nulis blog tentang trip hari minggu lalu.Selain ada tanggungan pekerjaan juga sedang sibuk dengan kebiasaan lama yaitu nonton DVD dan main game.Kurang semangat juga untuk kerja dan rasanya ingin liburan terus sepanjang waktu.

Lanjut tentang perjalanan ke Pananjakan kemarin adalah antara tersesat dan nekat rasanya beda tipis.Berawal dari rasa jenuh long weekend di kostan,minggu pagi saya berangkat ke Malang.Pagi itu jam 9 kurang sudah nongkrong di depan Kebun Raya Purwodadi.Setiap ke Malang memang tempat ini selalu jadi tempat persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Malang.Sekedar untuk istirahat atau ngopi.Rencana hari itu ingin ke Nongkojajar.

Dari Kebun Raya Purwodadi sekitar 500m sebelah kiri jalan menuju kota Malang kita akan menemui pertigaan menuju kawasan Nongkojajar.Jarak dari Purwodadi ke Nongkojajar kira-kira 20Km.Jalan menuju kawasan Nongkojajar sangat bagus,selain sepeda motor banyak juga kendaraan pribadi atau truk yang melintasi jalan itu.Pagi itu cuaca mendung,jadi sangat cocok untuk perjalanan santai dengan sepeda motor sambil menikmati suasana pemandangan sekitar.Jalannya berkelok-kelok seperti mengitari bukit.Kita dapat menikmati pemandangan kota Malang dari kawasan ini.Semakin siang cuaca semakin mendung dan kabut pegununganpun mulai turun dan udara dingin pegunungan mulai menerpa sepanjang perjalanan.

Untuk sampai ke kawasan Nongkojajar kurang lebih sekitar 30 menit.Selalu ikuti tanda penunjuk jalan ke Bromo yang bisa kita temui sepanjang perjalanan.Terakhir kita akan menemui pertigaan atau bundaran.Jangan kawatir ikuti tanda penunjuk jalan ke Bromo dengan belok kanan dari pertigaan tersebut.Tak berapa lama kita akan memasuki kawasan Nongkojajar dengan di tandai gerbang Selamat Datang Di Nongkojajar.

Sepanjang perjalanan ini kita akan menemui banyak tempat wisata seperti River Tubbing,Agrowisata Kebun Apel.Sayang sekali saya sendiri tidak sempat berhenti untuk mengambil foto-foto sepanjang kawasan ini.Yang jelas sepanjang perjalanan di kiri dan kanan jalan kita akan banyak menemui Kebun Apel.Kalau kita teruskan menuju pusat kota Nongkojajar dengan mengikuti petunjuk jalan ke Bromo maka kita akan sampai di sebuah pertigaan pasar yang cukup ramai.Dari pertigaan itu kita akan menemui penunjuk arah ke beberapa tempat yang salah satunya adalah ke Gunung Bromo dengan jarak kira-kira 27km.Karena penasaran akhirnya saya putuskan mengambil jalan ke kiri yaitu ke Bromo.

Dari pertigaan itu sepanjang jalan kita akan temui beberapa tempat agrowisata kebun apel dan stroberi.Selain itu sepanjang jalan akan kita temui deretan pohon pinus dan kebun apel.Suasana semakin mendung dan jalan juga semakin menanjak.Banyak truk yang berlalu-lalang membawa muatan buah dan sayur.Semakin menanjak sekitar jalan berubah menjadi kawasan bukit yang dikelilingi perumahan di sepanjang lerengnya.Akhirnya berhenti sebentar sekedar untuk menikmati pemandangan dan mengambil foto.

Pemandangan sekitar jalan Nongkojajar-Bromo



Kalau diperhatikan sepanjang perjalanan dikiri atau kanan jalan banyak saya temui semacam tugu penanda atau mungkin untuk tempat sesaji.Rasanya di kawasan ini mungkin benyak penduduknya menganut agama Hindu seperti di Bromo.Sepanjang perjalanan saya juga banyak menemui penduduk yang memakai sarung khas seperti di Bromo atau di Ngadhas.Memang semakin naik cuaca semakin dingin dan kabut pun mulai turun walaupun saat itu cuaca cukup cerah.

Hawa cukup dingin banyak penduduk sekitar yang memakai sarung



Sebenarnya agak ragu juga untuk melanjutkan perjalanan.Selain jalanan semakin sepi dan banyak lubang disana-sini.Kabut pegunungan pun mulai turun dan dingin dan tanjakan semakin curam dan berkelok-kelok.Hampir satu jam perjalanan dari kota Nongkojajar hanya satu dua orang yang melintasi jalan tersebut dan akhirnya tinggal saya sendiri menyusuri jalan yang berkelok-kelok dan menanjak.Saat itu suasana benar-benar sepi dan kabut semakin tebal.Jarak pandang hanya 5-10m dan rasanya hanya saya sendiri di tempat itu di saat itu.Di atas pegunungan jauh dari mana-mana.Hal yang saya takutkan ketika melakukan perjalanan sendirian saat itu adalah tersesat dan kendaraan mogok entah karena kehabisan bensin atau rantai putus.Karena nyaris sepanjang perjalan hanya pasang gigi 1 karena jalan begitu menanjak.

Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa saat itu.Saya selalu mengisi full bensin ketika melakukan perjalanan jauh.Entah apa jadinya kalau macet di tengah pegunungan yang sepi,dingin dengan kabut yang tebal dan jauh dari mana-mana.Saya mulai lega ketika sampai di satu perkampungan dan jalanpun mulai menurun pertanda mungkin sebentar lagi sampai tujuan.Dari tanda yang saya lihat sepanjang perjalanan menunjukkan Bromo Cottage sekitar 7Km lagi.Walaupun jalan masih sepi dan hanya saya sendiri di jalan tersebut rasanya sudah cukup lega karna sebentar lagi sampai tujuan.Akhirnya saya melewati pertigaan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Dari situ juga kita bisa menuju kota Pasuruan sekitar 40Km.

Saya lanjutkan perjalanan ke arah Bromo.Jalan cukup ramai banyak juga yang touring dengan sepeda motor.Saya lihat beberapa rombongan menuju arah ke TNBTS.Tak berapa lama akhirnya saya sampai di kawasan Wonokitri,Tosari,Pasuruan.Ternyata perkampungan ini sangat ramai.Dan sepertinya ada terminal untuk angkutan umum.Memang salah satu jalan untuk mencapi Bromo lewat Pasuruan adalah melalui desa Wonokitri ini.Saya akhirnya putuskan untuk istirahat makan di warung sekalian melepas lelah setelah perjalanan tanpa henti dari Purwodadi.Tak terasa 2 jam lebih di jalan.

Di Desa Wonokitri,Tosari,Pasuruan bersama teman setia di perjalanan :).Motorku sayang... :D



Setelah selesai makan dan ngopi rasanya sudah cukup istirahat.Waktu menunjukkan pukul 12:30.Untuk menuju puncak Pananjakan dari desa Wonikitri memerlukan waktu kurang lebih 1/2 jam perjalanan.Saya mulai perjalanan lagi dan tak lama kemudian melewati gerbang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Sepanjang perjalan kabut turun lagi dan ditambah gerimis membuat hawa semakin dingin.Jalan yang saya lewati cukup bagus namun dibeberapa tempat banyak pasir sepanjang jalan dan kalau tidak hati-hati motor bisa selip atau terpeleset.Jalan cukup ramai karena banyak rombongan muda-mudi yang naik juga ke Pananjakan sehingga tidak terlalu kesepian dijalan.Tak berapa lama akhirnya sampai di pertigaan dimana kalau kita mengambil arah ke kanan adalah jalan menuju lautan pasir Bromo dan kalau ke kiri akan menuju puncak Pananjakan.

Saya istirahat sebentar disana,karena selain ramau juga banyak warung di sekitarnya.Sayang sekali kabut begitu tebal sehingga nyaris Gunung Bromo tidak kelihatan sama sekali.Gunung Batok hanya terlihat samar-samar di kejauhan.Saya sempat ngobrol dengan tukang ojek disana.Tukang ojek itu bilang kalau hari ini sunrisenya sangat bagus.Dan paginya cuaca cerah dan baru berkabut mulai jam 9 pagi.Selain itu paginya juga banyak rombongan bersepeda yang mungkin sekitar 200an orang yang menuju ke kawasan Pananjakan.Memang menikmati keindahan Gunung Bromo akan terasa lain kalau kita lihat dari Pananjakan.Dari sini kita bisa melihat sunrise lebih jelas dan deretan pegunungan dengan puncak tertingginya adalah Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Pertigaan menuju Puncak Pananjakan



Suasana sekitar persimpangan menuju Puncak Pananjakan



Gunung Batok yang samar-samar terlihat dan kepulan asap Gunung Bromo di kejauhan



Setelah cukup istirahat saya melanjutkan lagi perjalanan menuju Puncak Pananjakan yang kurang lebih berjarak 4Km.Kabut mulai tebal lagi sepanjang perjalanan dan diselingi dengan gerimis.Akhirnya sampai juga di Puncak Pananjakan.Setelah memarkir sepeda,saya menuju Pananjakan View Point dimana biasanya para pengunjung bisa menikmati sunrise.

Gerbang Pananjakan View Point



TNBTS



Tempat pengunjung menikmati sunrise di Pananjakan View Point



Tangga menuju Pananjakan View Point yang penuh kabut tebal



Setelah puas berkeliling dan mengambil foto saya putuskan untuk pulang.Saat itu jam menunjukkan pukul 2 siang.Saya ingin secepatnya pulang karena kawatir kalau akan kemalaman di jalan.Pulangnya tetap melalui desa Wonokitri dan kembali lagi melewati jalan semula dimana pertigaan ke arah kota Pasuruan yang saya lewati sebelumnya.Jarak ke kota Pasuruan sekitar 40Km lagi dan ke Surabaya 60Km sehingga total 100Km lebih sampai ke Surabaya.Perjalan pulang cukup lancar karena jalan begitu sepi sehingga saya bisa memacu motor dengan kecepatan tinggi.

Saya sangat lega begitu sampai di kota Pasuruan setelah melewati jalanan pegunungan yang berkelok-kelok dan sepi.Dalam perjalanan ke kota Pasuruan sempat kehujuanan juga namun setelah dari kota Pasuruan suasana kembali cerah dan hari menjelang sore.Rasanya sudah tak sabar untuk sampai di kost dan istirahat.Alhamdulillah menjelang petang sekitar setengah 6 sore sampai di Surabaya dengan selamat.Sungguh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan.Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang melindungi perjalanan saya sehingga dari berangkat sampai pulang dengan selamat tanpa kejadian apa-apa.

Ya Allah berilah hambamu ini kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri keindahan ciptaan-MU dimanapun itu berada.

Kemana lagi perjalanan berikutnya ? Who Knows ?!. Enjoy your life. Say no more. Just Do It :).

Labels:

[ Read More ]

Trip to Agrowisata Kebun Teh Wonosari

Another day in Malang.Minggu pagi hari ini aku pacu motorku menuju Malang.Belum ada rencana hari ini akan kemana.Tidak seperti waktu-waktu sebelumnya hari ini cuaca tidak begitu panas dan sesekali angin dingin pegunungan menerpa sepanjang perjalanan di kawasan Batu,Malang.Langit sangat cerah sepanjang perjalanan dan dikejauhan tampak deretan gunung dan hamparan sawah dan pepohonan dengan langit biru dan lereng yang diselimuti awan.What a beautiful day :).

Semoga hari ini tidak hujan.Tapi rasanya terlalu berlebihan berharap karena rasanya di Surabaya dan Malang hampir tiada hari tanpa hujan.Akhirnya setelah 2 jam perjalanan dari Surabaya sampai juga di tempat kost mygf.Setelah ngobrol dan berunding cukup lama akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Kebun Teh Wonosari.

Hamparan Kebun Teh Wonosari



Yah balik lagi deh ke arah Surabaya.Kami juga belum pernah kesana jadi penasaran juga.Agrowisata kebun teh Wonosari sekitar 30km dari kota Malang dan sekitar 80km dari kota Surabaya.Tepatnya di kecamatan Lawang,Malang.Sebelah kiri jalan kalau dari Malang menuju Surabaya.Tidak sulit untuk mencapai lokasi karena sepanjang jalan dari Lawang banyak rambu petunjuk ke kawasan Agrowisata Kebun Teh Wonosari ini.Dijamin tidak akan tersesat :).Walaupun akses jalan tidak begitu bagus tapi cukup enak untuk dilewati motor.




Begitu sampai dikawasan agrowisata ini sepanjang jalan dikiri dan kanan dipenuhi tanaman teh.Udara sejuk khas pegunungan juga sangat terasa.Sayang sekali cuaca hari ini mendung dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan.Untuk masuk ke kawasan ini dikenakan tarif 12ribu per orang termasuk parkir.

Dikawasan agrowisata ini selain perkebunan teh terdapat fasilitas outbond,kolam renang,kebun binatang mini,kebun anggrek,tempat bermain dan olah-raga.Kita juga bisa menyewa kuda atau atv untuk berkeliling seputar kawasan agrowisata ini.Selain itu juga terdapat penginapan atau home-stay kalau kita berencana menginap disana.

Memasuki kawasan agrowisata wonosari dan home-stay



Wisma Rolas



Kita bisa juga bisa berjalan-jalan santai melintasi perkebunan teh yang luas menikmati suasana alam pegunungan.

Sepanjang jalan yang dikeliligi kebun teh



Hari ini cukup banyak pengunjung yang datang.Selain rombongan keluarga juga banyak pasangan muda-mudi atau remaja yang datang ke kawasan ini.Yah sayang sekali cuaca memang sedang tidak bagus karena menjelang sore kabut sudah mulai turun dan ditambah dengan hujan membuat kami praktis tidak bisa jalan-jalan menikmati suasana.

Hamparan kebun teh dengan hawa pegunungan yang sejuk



Akhirnya kami putuskan untuk pulang.Balik lagi ke Batu dan sorenya pulang ke Surabaya.Walaupun tidak bisa puas menikmati suasana pegunungan tapi cukup rasanya hari ini menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan.Kepingin juga pergi ke kawasan wisata Nongkojajar yang tidak jauh juga Surabaya.Mungkin next time deh :)

Labels:

[ Read More ]

Final Fantasy on iPhone and iPod Touch

Finally legendary RPG video game arrived on iOS platform.You can play both in iPhone and iPod touch.I personally didn't even play this game until now.This game franchise was created by Hironobu Sakaguchi.Developed and owned by Square Enix and ported to many video games consoles,pcs and mobile phones.Since first appearance in Japan in 1987 and in later development became other genres such as tactical role-playing, action role-playing, massively multiplayer online role-playing, and racing.

Until now there are available Final Fantasy,Final Fantasy II and Final Fantasy III on App Store.Here some screenshots from iPod Touch.

Final Fantasy



Final Fantasy II



Final Fantasy III



If you're fan of Final Fantasy series it's worth to try this iOS version.I did't play this game so often so i can't give you any review.But you can always follow Final Fantasy update on official iPhone and iPod Touch site.

Have fun :)

Labels:

[ Read More ]